Nephrotic Syndrome dan SAYA!!!
Hem.. Sekarang saya mau menceritakan sedikit penggalan cerita tentang saya dan kehidupan saya bersama penyakit yang bernama Nephrotic Syndrome ini.
Sebelumnya, saya pernah mengalami perubahan yang cukup drastis dalam hidup saya. Dulu saya lahir di Los Angeles, pada umur sepuluh bulan saya balik ke Indonesia, keadaan benar-benar berubah. Baik dalam udaranya yang lebih bersih di Amerika, makanannya yang berbeda dengan di sana, dan juga perubahan suasana dari 4 musim menjadi 2 musim.
Nah, kata dokter hal ini juga salah satu pertimbangan mengapa saya dapat terjangkit Nephrotic Syndrome ini.
Pada saat saya hidup pertama kali di dunia, saya dicek kondisi badan saya semuanya oke. Dan saya tidak pernah sakit selama sepuluh bulan itu. Setelah itu, saya dibawa pulang ke Indonesia. Sampai di Indonesia, saya sakit parah, mungkin kondisi badan saya sangat sensitif terhadap perubahan udara, cuaca, makanan dan lainnya. Saya sakit parah (mungkin saya termasuk bayi yang sensitif). Setelah itu, saya sering mengalami penyakit terus-menerus, seperti batuk, pilek, demam dan sebagainya.
Nah, kata orang tua saya selama itu saya sering mengeluh kesakitan di sekitar perut, badan saya menggemuk sampai pada taraf yang tidak wajar. Sehingga pada tanggal 19 Maret 1994 saya dibawa ke Rumah Sakit Cikini. Dan setelahnya saya menginap di sana selama satu minggu.
Nah, di situ saya divonis terkena ginjal bocor.
Sejak saat itu, hidup saya berubah dengan amat sangat total. Sedangkan saya saja tidak ingat bagaimana keadaanku sewaktu umur 4 tahun kebawah, jadi ingatnya saya kena penyakit nephrotic syndrome terus dari lahir sampai sekarang.
Sejak saat itu pula saya sudah tak pernah lagi memakan makanan yang bernama mie instant, pizza, McD, KFC, makanan-makanan junk food lainnya, Chiki-chikian, segala sesuatu yang sudah bercampur dengan bumbu penyedap dan garam, dan bahan makanan-makanan yang aneh-aneh. Waktu itu saya cuma makan sup dengan berbumbu "gula" doang, nasi plus telor rebus, dll deh.
Waduh, pokoknya pada saat itu hingga saya berumur sekitar 13 tahun saya sangat amat menderita sekali. Semua makanan itu bener-bener tasteless banget, deh! Ga ada rasa sedikit pun. Saya aja heran, bagaimana caranya saya waktu itu hingga bisa survive sampai sekarang. Memang sih, pada saat itu aku juga ga bener-bener mulus gitu.
Apabila melihat saya menangis saat melihat orang lain makan makanan terlarang bagiku itu sudah hal yang tidak aneh lagi. Bayangkan! Bertahun-tahun hanya melihat orang lain makan dengan lahapnya, membayangkan seenak apa makanan yang sedang dimakannya? Dimana kita hanya dapat menonton saja dan mendapat menu makanan yang hambar tiada rasa setiap hari. Sampai-sampai keluarga saya kalau makan luar saja sampai 'ngumpet-ngumpet' dariku.. Wah-wah-wah.. ckckckck
Sehingga pada akhirnya pada umur 13 tahun, dimana saya mencapai taraf yang sudah lebih parah, dokter menyarankan saya untuk dikemoterapi, tetapi orang tua saya ragu dan ternyata memang pengobatan penyakit ini memang sudah diadopsi oleh banyak orang di luar negeri.
Pada saat itu, saya menerima pengobatan Kemoterapi/CPA. Saya dikemoterapi dengan tiga tahap. Dimana tahap peratma adalah setiap bulan sekali selama enam kali. Tahap kedua adalah setiap tiga bulan sekali selama tiga kali, dan tahap ketiga setiap enam bulan sekali selama tiga kali. Dan totalnya selama tiga tahun.
Pada saat saya dikemoterapi, whew.. Rasanya sungguh aneh. Rasa panas menjalar diseluruh tubuh, keringat menetes-netes tanpa jelas asal muasalnya dari mana (padahal kamarnya dingin banget). Muka menjadi merah padam sekali. Pusing, pandangan berkunang-kunang, badan lemas sekali. Bahkan hampir tidak dapat bergerak. Whew!!
Dengan saya menjalani kemoterapi tersebut, saya sudah mulai berangsur-angsur membaik. Sedikit demi sedikit saya sudah mulai bisa mengenal apa itu garam. Bagaimana lezatnya pizza itu, bagaimana renyahnya ayam KFC dan lain sebagainya.
Tetapi tentu saja efek positif dari kemoterapi tidak itu saja. Saya sudah mulai sehat, saya sudah mulai bisa berjalan-jalan seperti pada manusia normalnya, dan saya juga sudah mulai bisa bersekolah dengan normal pula.
Entah bagaimana jeleknya kemoterapi yang sering disinggung-singgung orang, yang jelas bagi saya kemoterapi benar-benar sangat bermanfaat. Membuat penyakit saya benar-benar mengurangi jangka waktu kambuh.
Sehingga saya sekarang dapat menjadi mahasiswa UI adalah suatu hal yang benar-benar berkah bagiku. Dari SD yang hanya masuk 4 bulan dalam satu tahunnya, sampai sekarang saya dapat masuk di perguruan tinggi yang cukup ternama di Indonesia. Itu adalah mukjizat yang benar-benar jatuh bagiku. Dibandingkan dengan dulu, saya benar-benar tak pernah memiliki masa depan saat itu, bahkan sempat merenungi nasibku saat itu. Tetapi sekarang saya sudah sembuh, walaupun tidak total dan masih terkadang kambuh. :P
THANKS GOD! YOU GAVE ME A MIRACLE THAT REALLY CHANGE MY LIFE!! XP













